Senin, 28 Januari 2013

bismillah, aku akan melepaskanmu karena-Nya

ini bukan hal yang mudah. 
aku tidak seperti kamu yang bisa menjalaninya dengan mudah.
ini bukan tentang membiasakan diri untuk tidak bertemu,
ini soal komunikasi.
ya, aku memang terlalu memuakkan dengan kata-kata "komunikasi" yang mungkin tidak pernah berarti penting buatmu.

tapi
bagaimana aku bisa mengerti apa yang sedang kamu lakukan di sana?
bagaimana aku bisa tau kamu sedang dalam kondisi apa?
dan bagaimana aku bisa  berbagi tentang kehidupanku di sini kepadamu?

tentu ini bukan perkara mudah.
tak semudah orang mengedipkan matanya, yang bahkan terkadang mereka tidak menyadari apakah mereka berkedip atau tidak.

bertahan itu masalah sulit, jika ada yang membuatnya bisa berdiri kokoh diterpa badai dan berbagai halangan lainnya.
bertahan itu perkara paling mudah, ketika keyakinan tetap disertai dengan dukungan dan kepedulian. 
bertahan itu bisa dilakukan seberapa lama yang kita mau.
bertahan itu bisa kita wujudkan.

tapi tidak dengan kehampaan tanpa adanya jalinan komunikasi yang terhubung,
tidak dengan kepergian tanpa ucapan selamat tinggal,
tidak dengan masa bodoh yang bahkan bisa menghancurkan keyakinan dalam hati,
dan tidak dengan adanya penghasut-penghasut yang akan memperkeruh semua keadaan.

berpisah itu lebih baik, ketika semuanya dilakukan karena-Nya. karena Dia memang belum meridhai kebersamaan kita.
lebih baik, karena aku tidak akan mengkhawatirkan kamu yang belum halal untukku.
lebih baik, karena mereka yang ada di luar sana yang jauh lebih pantas dibandingkan dengan aku bisa kau pilih sesuai keinginanmu.
lebih baik, karena kamu tidak akan bersanding dengan kehinaan, ketidak sempurnaan dan keburukan.
lebih baik, karena memang ini yang terbaik.

entah kapan, pada akhirnya pasti aku akan mengerti apa yang selama ini membuat kita seperti ini. kita tak pernah tau setahun lagi, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, apa yang akan terjadi dengan perasaan kita, begitu katamu. aku tidak akan pernah mengerti kenapa kehidupan yang kurasakan sesulit ini, padahal kamu selalu baik-baik saja? aku tak pernah yakin, apa aku bisa melewati semuanya dengan keistiqamahan yang selalu aku usahakan. aku tak pernah bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok, lusa, bahkan kapanpun hingga waktunya tiba, dan aku tidak melihatmu lagi bersamaku.

terima kasih banyak untuk sepotong hati yang pernah kamu titipkan. terima kasih untuk nasihat dan tuntunan yang takkan berhenti memberikan manfaat dalam setiap nafas hidupku. maafkan aku tak pernah berupaya menjadi perhiasan dunia yang bisa membahagiakanmu. mungkin, orang lain yang lebih pantas lah yang bisa bersamamu. bukan aku. bukan perempuan yang belum bisa menjadi baik. bukan perempuan yang selalu tidak tahu diri. bukan perempuan yang selalu menuntut. bukan perempuan yang selalu memberikan segalanya tetapi menanti adanya timbal balik.

semoga kau selalu berada dalam keadaan baik di sana. semoga Allah selalu menjagamu, menguatkanmu dalam keistiqamahan, melancarkan segala urusanmu, memberikan keteguhan bagi keimananmu pada-Nya dan menjagamu dalam lindungan-Nya selalu. aamiin ya Rabb :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar