Aku tak pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku. Mungkin ini terlalu berlebihan, tapi aku sendiri memang merasakannya. Aku memang orang yang terlalu perasa, juga segalanya harus dipikirkan sampai harus membebani pikiranku sendiri. Aku tak pernah tahu kenapa semuanya bisa seperti ini. Aku seperti kehilangan kekuatanku untuk hidup. Segalanya tak semudah yang aku kira. Aku pikir aku kuat, tapi ternyata aku berbohong dengan sikap sok kuatku itu.
Awalnya aku tak tahu, apa penyebabnya hingga aku jadi seperti ini. Aku tahu ini tidak akan mudah untuk diriku sendiri. Ini ujian hidup. Walaupun ujian hidup itu akan bisa terlewati karena tak pernah melampaui batas kemampuan yang diberikan-Nya padaku. Aku hanya butuh bersabar, ikhlas menghadapi segala yang kudapati hingga sekarang, dan tak melupakan bagaimana bersyukur atas yang aku dapat.
Semuanya terjadi seiring berbagai permasalahan datang. Hei, bukankah dalam hidup ini tak pernah ada seseorang yang lepas dari masalah, sekecil apapun itu? Ya, tapi begitu berat ketika semuanya berdatangan dalam rentang yang dekat.
Aku tak akan menyalahkan siapapun. Inti dari semua permasalahan adalah aku sendiri. Aku terlalu memikirkannya. Aku terlalu membebani otakku sendiri. Tapi aku memang merasakan semuanya. Begitu berat untukku. Terkadang pikiran bodohku timbul akibat hal itu. Aku merasa aku terlalu sering jatuh dalam keterpurukan tanpa benar-benar tahu dan paham apa yang menyebabkannya.
Aku merasa semua yang aku lakukan tak pernah lari jauh dari kebaikan. Aku pikir semuanya telah aku usahakan. Aku hanya mengupayakan untuk selalu berbuat baik. Namun ujian itu begitu berat. Aku merasa aku tak pernah mendapatkan apa yang bisa orang lain dapatkan. Memang, itu telah menjadi rezeki bagi masing-masing manusia. Harusnya aku tak pernah memprotes ketika 'rumput tetangga lebih hijau'. Aku juga tak selayaknya tidak menerima semua takdir yang telah tergariskan untukku.
Sekarang, semuanya terasa hambar. Semangatku hilang. Aku yang dulu berusaha untuk bangkit dari berbagai kesedihan akibat masalah yang tidak penting kini berubah menjadi seonggok manusia tak berguna. Tidak produktif. Batas kemalasanku dulu masih bisa ditoleransi, sekarang tidak. Kemalasanku dulu bisa membuatku menyelesaikan semua tugas-tugasku sekalipun itu tidak maksimal. Sekarang, menyentuh tugas-tugasku pun rasanya enggan. Aku sudah benar-benar tidak mau lagi. Aku seakan lari dari tanggung jawabku sendiri. Seperti melangkah mundur dari semua mimpi yang telah aku rajut.
Sampai kapan aku akan seperti ini? Membunuh semua mimpiku secara perlahan. Menikam hati kedua orang yang paling berharga dalam hidupku pelan-pelan. Mengecewakan mereka yang selalu berdoa untukku dalam kondisi tersulit mereka. Kapan aku akan ikhlas? Melakukan semuanya untuk mendapatkan ridha-Nya. Tidak memedulikan lagi hal-hal yang tidak berguna bagi diriku sendiri. Meninggalkan kebiasan buruk dan mulai bangkit untuk menjadi aku yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar