aku selalu berangan-angan. mengharapkan semuanya serba sempurna, tanpa kukorbankan sedikitpun yang ada padaku. aku selalu berharap, kesempurnaan itu menghampiri, tapi datang begitu saja melakukan apapun. semua itu aku harapkan seperti halnya mimpi indah yang datang menghampiri seseorang ketika ia terlelap pulas dalam tidurnya, di saat dinginnya angin menerpa. tapi aku salah! aku ini manusia biasa, bukan dewa apalagi Tuhan yang selalu bisa sempurna. aku harus melakukan sesuatu agar aku memperoleh yang aku harapkan. aku harus berkorban, bertaruh, sakit, bahkan tanpa memikirkan keadaanku sendiri.
dan bodohlah aku, ketika aku menghabiskan waktuku untuk segala hal yang amat sia-sia. aku tidak memanfaatkan waktuku dengan baik untuk melakukan jutaan contoh kebaikan yang ditawarkan dunia. aku hanya terperangkap pada seonggok hawa nafsu yang menyetirku untuk menuntut, memaksa, egois, bahkan tidak pernah memikirkan risiko dari apa yang aku perbuat. pola pikirku terlalu singkat, kekanak-kanakan, bercampur emosi, dan seringnya, harus menyusahkan orang lain.
kini aku mencoba berdiri tegak di atas kakiku sendiri. mencoba membayangkan betapa dunia ramah menyapaku. aku tak akan bergantung lagi pada mereka yang kelak mengecewakanku. ini hidupku. yang harus kulakukan hanyalah sejauh mana aku tetap bisa bertahan dan melawan keadaan yang menyetirku. aku harus kuat. ya, aku jauh lebih kuat dari kutahu. aku harus cerdas dan mengerti apa yang harusnya aku pikirkan dan lakukan. aku perasa, itu hanya untuk melayani sesama, hanya untuk membahagiakan mereka yang bisa aku bahagiakan. aku baik, tapi kebaikan itu bukan untuk disalah gunakan oleh orang lain sehingga mereka bisa memperlakukan aku seenak jidat mereka.